7 Alat Pilates untuk Pemula yang Wajib Kamu Punya di Rumah 

Halo fit people! Siapa di sini yang pengen punya postur tubuh lebih tegak, nyeri punggung berkurang, otot inti makin kuat, dan ingin cobain Pilates di rumah tanpa perlu ke studio class?

Pilates adalah bentuk latihan yang fokus pada pernapasan, kontrol gerak, stabilitas inti, dan mobilitas tulang belakang. Tidak heran kalau Pilates semakin populer karena manfaatnya, beberapa manfaat yang kamu rasakan setelah pilates yaitu,badan terasa lebih ringan, lebih lentur, dan lebih “terkoneksi”.

Walau banyak gerakan dasar Pilates dilakukan hanya dengan matras, sebenarnya Pilates memiliki beragam alat yang memberikan manfaat, koreksi posisi, hingga resistensi tambahan agar latihan makin efektif.

1. Pilates Mat (Matras Pilates)

Matras Pilates adalah alat dasar yang wajib dimiliki siapa pun yang mau memulai latihan matwork. Berbeda dengan matras yoga yang biasanya 4–6 mm, matras Pilates lebih tebal: 10–15 mm. Matras pilates memiliki ketebalan yang lebih tebal karena banyak latihan Pilates dilakukan dalam posisi:

  • Berbaring,
  • Rolling di tulang belakang,
  • Duduk statis tanpa transisi cepat.

Gerakan seperti rolling like a ball, the hundred, dan seal menuntut bantalan ekstra agar tulang belakang tidak sakit saat berguling.

Fungsinya:

  • Menjaga tulang belakang tetap nyaman.
  • Stabil untuk latihan pemula.
  • Cocok sebagai alat latihan inti sebelum menggunakan alat lain.
  • Aman untuk latihan mobilisasi punggung.

2. Magic Circle (Pilates Ring)

Magic Circle adalah aksesori berbentuk cincin elastis dengan dua handle. Alat ini diciptakan langsung oleh Joseph Pilates untuk membantu aktivasi otot secara lebih efektif.

Manfaat utama Magic Circle:

  • Mengaktifkan otot paha dalam (inner thighs), lengan, dada, dan core.
  • Membantu menjaga postur tubuh tetap stabil.
  • Memberikan resistensi ringan namun terasa signifikan.
  • Cocok untuk pemula hingga rehabilitasi.

Biasanya digunakan dalam latihan seperti bridge squeeze, inner thigh press, atau gerakan lengan sambil mempertahankan stabilitas dada dan bahu.

3. Resistance Band (Pilates Band)

Pita elastis berwarna-warni ini punya level resistensi berbeda. Band bisa memiliki dua fungsi berbeda pertama sebagai membantu menjaga kontrol gerakan atau sebagai penambah resistensi.

Kegunaan:

  • Latihan mobilitas bahu, pinggul, dan tulang belakang.
  • Meningkatkan intensitas latihan matwork dasar.
  • Alat murah namun efektif untuk progres latihan.
  • Cocok banget untuk pemula dan latihan rehabilitasi.

Gerakan seperti leg circles, single leg stretch, atau arm series bisa menjadi lebih menantang dengan band.

4. Pilates Reformer

Reformer adalah alat yang paling terkenal di Pilates yang paling terkenal. Alat ini berupa rangka panjang dengan carriage yang bergerak, dilengkapi footbar, talinya, dan pegas yang bisa diatur resistensinya.

Manfaat Reformer:

  • Melatih seluruh tubuh dari ujung kaki hingga bahu.
  • Ramah untuk pemula karena membantu mengarahkan gerakan.
  • Memberikan tantangan tinggi untuk level intermediate & advanced.
  • Cocok untuk rehabilitasi karena gerakan bisa dimodifikasi.
  • Digunakan dalam posisi berbaring, berdiri, berlutut, bahkan melompat dengan jumpboard.

Latihan seperti short spine, footwork, dan arm strap series adalah contoh alat pilates yang sangat populer.

5. Cadillac (Trapeze Table)

Cadillac adalah alat besar berbentuk meja dengan rangka besi dan berbagai attachment: push-through bar, roll-back bar, trapeze, dan sling.

Kelebihan Cadillac:

  • Variasi latihan sangat luas dari basic hingga akrobatik.
  • Sangat efektif untuk rehabilitasi cedera.
  • Memberikan dukungan gerak (assisted movement).
  • Mengembangkan stabilitas serta fleksibilitas seluruh tubuh.
  • Menjadi alat premium di studio Pilates profesional.

6. Pilates Chair (Wunda Chair)

Meskipun kecil dan terlihat sederhana, Wunda Chair adalah salah satu alat paling menguji stabilitas dalam Pilates. Bentuknya berupa kotak kayu dengan pedal berpegas di bagian depan.

Manfaat:

  • Melatih kaki, pinggul, core, dan kelompok otot stabilizer.
  • Cocok untuk latihan atletik seperti squat, step-up, atau standing balance.
  • Baik digunakan dalam rehabilitasi dengan modifikasi latihan.
  • Membantu memperbaiki postur saat latihan berdiri.

7. Ladder Barrel

Salah satu alat terbaik untuk melatih mobilitas tulang belakang. Terdiri dari barrel melengkung dan tangga kayu sebagai pegangan.

Fungsi Ladder Barrel:

  • Melatih rotasi, fleksi, dan ekstensi tulang belakang.
  • Memperkuat otot oblique, hamstring, dan glutes.
  • Cocok untuk peregangan mendalam.
  • Membantu meningkatkan mobilitas untuk pemula yang sering kaku di punggung bawah.

Kesimpulan

Dengan berbagai alat Pilates mulai dari matras, magic circle, resistance band, hingga alat pilates yang terekenal seperti reformer dan chair, setiap peralatan punya fungsi berbeda untuk meningkatkan kekuatan inti, memperbaiki postur, dan meningkatkan fleksibilitas. Untuk pemula, memilih alat yang tepat bisa membantu kamu memahami gerakan dengan lebih aman dan efektif. Yang terpenting, Pilates bukan hanya tentang olahraga tapi tentang membangun tubuh yang lebih seimbang, strong, dan bebas nyeri.

Kalau kamu ingin mencoba Pilates dengan panduan yang benar, instruktur bersertifikat, dan alat yang lengkap seperti Reformer Pilates kamu bisa langsung cobain kelas pilates di Grand Focus Fit.

Share this :